"Drs. KARYONO"

Citius, Altius, Fortius

Penelitian Terdahulu

A.     Penelitian Terdahulu

  1. Hasil penelitian Abdurrahman (2008) yang berjudul Manajemen Kesiswaan Dalam Upaya Meningkatkan Mutu Pendidikan Di SMA Muhammadiyah Bantul”. Hasil penelitian menunjukkan: bahwa dalam pengelolaan kesiswaan meliputi penerimaan, pembinaan, serta pemberdayaan siswa. Dalam penerimaan siswa SMA Muhammadiyah Bantul tidak hanya menerima siswa yang sudah lulus Ujian Nasional saja namun menerima siswa yang belum lulus UN, dalam pembinaan siswa SMA Muhammadiyah Bantul tidak membeda-bedakan antara yang lulus dengan yang belum lulus sehingga SMA Muhammadiyah Bantul memberi kesempatan kepada siswa yang belum lulus untuk mengikuti ujian paket B dengan pembinaan intensif selama tiga bulan dan hasilnya cukup memuaskan karena siswa yang mengikuti ujian paket B lulus semua. Untuk pemberdayaan siswa SMA Muhammadiyah Bantul memberikan wadah organisasi yaitu Organisasi Siswa Intra Sekolah dan Ikatan Remaja Muhammadiyah. Usaha-usaha SMA Muhammadiyah Bantul dalam meningkatkan mutu pendidikan adalah memberikan kesempatan kepada guru, karyawan dan siswa untuk mengikuti pelatihan-pelatihan, karya ilmiah, seminar untuk meningkatkan keilmuannya serta menambah wawasan berfikir. Strategi yang dilakukan SMA Muhammadiyah Bantul adalah menerapkan program-program sebagai ilmu terapan. Adapun program-program tersebut antara lain: program keagamaan, program ketrampitan teknologi dasar, program kesenian, program olah raga, program bahasa asing.
  2. Hasil penelitian Mateus dkk (2008) yang berjudul “Analisis Wacana Proses Belajar Mengajar Bahasa Inggris Dalam Kelas Berbasis Kompetensi”. Hasil observasi dan analisis data, tampak adanya dua tipe kelas pembelajaran Bahasa Inggris. Tipe pertama adalah kelas pembelajaran Bahasa Inggris yang berbasis kompetensi dan Tipe 2 adalah kelas pembelajaran Bahasa Inggris yang berbasis tradisional. Dalam kelas pembelajaran Bahasa Inggris Tipe 1, guru berusaha menggunakan berbagai media dan mengaktifkan kegiatan kelompok (group work). Jadi terasa sekali pemberdayaan siswa karena mereka harus bekerja sama, mencoba, berdiskusi, dan mendemonstrasikan. Sementara untuk tipe 2, terasa sekali pembelajaran yang berpusat pada guru. Guru punya otoritas dan menjadi sumber informasi. Strategi pembangun motivasi pun ada perbedaannya. Tipe pertama menggunakan banyak inisiasi yang diformulasikan dalam bentuk pertanyaan. Strategi scaffolding sangat terasa dalam tipe 1 ini. Sementara tipe dua selain pertanyaan juga dengan pernyataan yang belum selesai dan harus diteruskan oleh siswa.
  3. Hasil penelitian Suwarkono Dan Haryanto (2008) Yang Berjudul “Analisis Penguasaan Materi Mata Pelajaran Matematika Tingkat SMP Wilayah Jakarta Selatan Berdasarkan Hasil Ujian Nasional”. Kesimpulan dari penelitian ini adalah (1) Rerata hasil Ujian Nasional SMPN wilayah Jakarta Selatan dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, kecuali tahun Ujian Nasional 2008 mengalami penurunaan. Namun demikian, jika dibandingkan dengan hasil tahun 2005 dan 2006 hasil Ujian Nasional tahun 2008 masih lebih baik, (2) Penambahan jumlah soal Ujian Nasional tanpa disertai dengan penambahan waktu untuk mengejakan soal berdampak pada penurunan nilai, (3) Jika dibandingkan dengan nilai rerata Rayon, Provinsi dan Nasional maka rerata nilai Ujian Nasional SMPN Jakarta selatan hasilnya lebih baik untuk tahun 2005 dan 2007, akan tetapi kurang baik untuk tahun 2008 walaupun hasilnya lebih baik jika dibandingkan dengan rerata Nasional. Sedangkan untuk Ujian Nasional tahun 2006 rerata nilai Ujian Nasional SMPN Jaksel hasilnya lebih rendah dari rerata Rayon, Provinsi maupun Nasional, (4) Untuk rerata nilai Ujian Nasional per kelompok materi secara umum tidak jauh berbeda dengan rerata keseluruhan, namun demikian untuk kelompok Bilangan hasilnya selalu lebih rendah dari tahun ke tahun jika dibandingkan dengan rerata Rayon, Provinsi maupun Nasional, (5) Karakteristik materi yang penguasaannya tinggi adalah yang diketahui tertera jelas dan cara atau teknik penyelesaian sederhana. Sedangkan karakteristik materi yang penguasaannya sedang jika yang diketahui tertera jelas, tetapi teknik penyelesaian mempunyai beberapa alternatif. Dan karakteristik materi yang penguasaannya rendah biasanya berbentuk soal cerita dimana untuk menyelesaikannya memerlukan pemodelan, penyelesaian secara matematis, dan penafsiran kembali ke konteks soal semula.
  4. Penelitian oleh Chotimah (2009) tentang “Pengaruh Standar Penilaian Ujian Nasional Terhadap Peningkatan Mutu Pendidikan di MTs. Hasyim Asy’ari Bangsri Sukodono Sidoarjo”. Hasil penelitian diketahui bahwa MTs. Hasyim Asy’ari Bangsri Sukodono Sidoarjo mempunyai 3 program atau upaya dalam meningkatkan mutu pendidikan yaitu program persiapan menghadapi ujian nasional, program peningkatan mutu pendidikan, program kegiatan ekstrakurikuler. terdapat pengaruh antara Standar Penilaian Ujian Nasional dengan peningkatan mutu pendidikan di MTs. Hasyim Asy’ari Bangsri Sukodono Sidoarjo.

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: