"Drs. KARYONO"

Citius, Altius, Fortius

Pemberdayan

A.Pemberdayaan Siswa dan Guru

Siswa dan guru merupakan aktor yang terlibat dalam kegiatan pembelajaran di sekolah.  Keberhasilan pelaksanaan pembelajaran yang utama adalah tergantung dari faktor siswa dan guru, selain juga dipengaruhi oleh faktor lain seperti media pembelajaran, metode dan sebagainya.

Payne (1980) dalam Adi (2002 : 162) mengemukakan tentang pemberdayaan yaitu: suatu pemberdayaan (empowerment) pada intinya ditujukan guna (to help clients gain power of decision and action over their own lives bay reducing the effect of social or personal blocks to exercising existing power, by encresing capacity and self confidence to use power and by transfering power from the environment to clients) (Membantu klien memperoleh daya untuk mengambil keputusan dan menentukan tindakan yang akan ia lakukan yang terkait dengan diri mereka, termasuk mengurangi efek hambatan pribadi dan sosial dalam melakukan tindakan. Hal ini dilakukan melalui peningkatan kemampuan dan rasa percaya diri untuk menggunakan daya yang ia miliki, antara lain melalui transfer daya dari lingkungan)”.

Cakupan pemberdayaan penting untuk diketahui, termasuk di dalamnya tentang tujuan yang ingin dicapai. Pengertian pemberdayaan siswa dan guru akan membawa pada pemahaman tentang bagaimana melakukan pemberdayaan itu sendiri. Shardlow (dalam Adi, 2002 : 162) melihat bahwa berbagai pengertian yang ada mengenai pemberdayaan pada intinya membahas bagaimana individu, kelompok maupun komunitas berusaha mengontrol kehidupan mereka sendiri dan mengusahakan untuk membentuk masa depan sesuai dengan keinginan mereka.

Hogan (1984) dalam Adi (2002 : 172) melihat proses pemberdayaan individu sebagai suatu proses yang relatif terus berjalan sepanjang usia manusia yang diperoleh dari pengalaman individu tersebut dan bukannya suatu proses yang berhenti pada suatu masa saja. Hal ini juga berlaku pada suatu masyarakat, di mana dalam suatu komunitas proses pemberdayaan tidak akan berakhir dengan selesainya suatu program. Hogan menggambarkan proses pemberdayaan berkesinambungan sebagai suatu siklus yang terdiri dari lima tahapan utama, yaitu :

  1. Menghadirkan kembali pengalaman yang memberdayakan dan tidak memberdayakan (recall depowering/empowering experiences).
  2. Mendiskusikan alasan mengapa terjadi pemberdayaan dan pentidakberdayaan (discuss reason for depowerment/empowerement).
  3. Mengidentifikasikan suatu masalah  atau proyek (identify one problem or project).
  4. Mengidentifikasikan basis daya yang bermakna (identify useful power bases).
  5. Mengembangkan rencana-rencana aksi dan mengimplementasikannya (develop and implement action plans).

Pemberdayaan siswa diarahkan untuk meningkatkan keaktifan siswa selama mengikuti pembelajaran di sekolah maupun dalam kegiatan belajar di rumah. Sementara pemberdayaan guru mengacu pada tugas pokok guru dalam memberikan layanan belajar dan bimbingan. Pemberdayaan tugas guru dalam layanan belajar dilakukan melalui peningkatan kemampuan guru terkait dalam proses pembelajaran seperti penguasaan kurikulum, penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, evaluasi dan umpan balik. Dalam kegiatan bimbingan melalui pelaksanaan bimbingan belajar pada siswa.

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: